Sunday, 19 February 2012

cara minghindari suasan kantor yang berisik...

Suasana di dalam kantor tidak mungkin terlepas dari hingar bingar percakapan. Mulai dari suara dering telepon sampai dengan langkah kaki orang-orang yang hilir-mudik bisa membuat Anda merasa tidak nyaman sehingga Anda kehilangan konsentrasi saat bekerja. Kinerja dan performa Anda di kantor akan menurun dan sudah pasti akan mempengaruhi mood Anda dalam bekerja. Lingkungan kerja yang terlampau berisik bisa menjadi mengakibatkan situasi yang kontra-produktif, tidak sehat, dan menjengkelkan. Jika Anda mendapatkan fasilitas ruang pribadi, sudah pasti anda dengan mudah bisa menghindari suara kebingsingan hanya dengan menutup pintu ruang kerja Anda tapi bagaimana jika Anda harus berbagi ruang dengan banyak orang? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi suasana ruangan yang bising agar dapat mengembalikan konsentrasi yang hilang? Beberapa hal berikut ini bisa membantu Anda untuk menghindari dan meminimalisir suasana kantor yang terlalu berisik. 1. Mendengarkan Musik Gunakan dan manfaatkan gadget seperti Ipod, mp4, dan perangkat media player lainnya. Buatlah playlist lagu – lagu favorit Anda agar dapat didengarkan setiap saat. Kenakan earphone agar bunyi musik Anda tidak mengganggu rekan kerja lain. Tahan diri Anda untuk tidak bernyanyi mengikuti lagu yang sedang Anda dengarkan karena suara Anda mungkin bisa mengganggu konsentrasi orang di sekitar. 2. Pindah Ruang Kerja Mengantisipasi suasana kerja yang berisik bisa dengan cara menjaga jarak dari sumber kebisingan. Jika posisi meja kerja tidak strategis coba mencari tahu, seberapa besar kemungkinan Anda untuk dapat memindahkan meja kerja Anda ke lokasi lain yang lebih tenang dan jauh dari kebisingan. 3. Permukaan Anti Pantul Jika anda sudah mengalami kebisingan yang terlalu menganggu kosenterasi bekerja, mungkin Anda bisa mencoba berkonsultasi dengan pihak manajemen agar dapat memberikan fasilitas tambahan seperti sejumlah bahan penyerap suara di dalam ruangan. Misalnya karpet, tirai, atau panel pemisah ruangan.

Tips agar mata tidak cepat lelah

Di era teknologi yang canggih seperti sekarang ini banyak orang menghabiskan sebagian waktunya dengan komputer dan gadget. Dalam runtinitas kantor saja setiap pekerja bisa menghabiskan waktu selama kurang lebih 8 jam dengan duduk di depan komputer. Hal ini tentu dapat mengakibatkan gangguan pada mata karena dengan menatap layar komputer lebih dari dua jam sehari tanpa istirahat saja, seseorang sudah berpotensi mengalami apa yang disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS). Computer Vision Syndrome adalah keluhan mata dan penglihatan akibat bekerja menggunakan komputer terlalu lama. Hal ini biasa terjadi karena sistem pencahayaan yang kurang, aktivitas mata yang jarang berkedip ataupun posisi duduk yang salah atau tidak benar. Pakar kesehatan mata, Dr. Jennifer Ashton, menjelaskan bahwa CVS juga bisa dikarenakan penggunaan perangkat genggam seperti iPhone atau iPod secara berlebihan. Gejala paling umum adalah mata terasa perih, kering atau iritasi mata, kelelahan, dan sakit kepala. Mungkin tips berikut ini dapat berguna bagi Anda untuk mencegah dan mengurangi kelelahan pada mata. 1. Pejamkan Mata Sejenak Ketika melihat layar komputer atau perangkat digital, mata seringkali berkedip dua atau tiga kali lebih sedikit daripada biasanya. Hal ini dapat mengakibatkan mata menjadi kering. Berkedip lebih sering membuat air mata membasahi seluruh indera penglihatan. Secara alami airmata merupakan obat mata. Jika Anda memiliki waktu senggang sebaiknya pejamkan mata selama beberapa saat. 2. Beristirakatlah 10 Sampai 15 Menit Apabila pekerjaan mengharuskan Anda untuk menghabiskan waktu lama di depan sebuah perangkat digital, gunakan cara yang jauh mudah yaitu meluangkan waktu anatar 10 sampai dengan 15 menit untuk melihat sesuatu yang berjarak 20 meter dari tempat meja kerja anda. Aktivitas tersebut ternyata dapat memungkinkan mata Anda untuk bisa beristirahat. 3. Pencahayaan Warna Untuk membantu meringankan beban mata, Anda harus bisa menjaga agar cahaya komputer mengarah langsung ke benda atau sesuatu yang Anda baca, jangan arahkan langsung ke mata Anda. Atur posisi layar komputer Anda dengan cara mengurangi pantulan dari silau cahaya dekat jendela atau lampu di atas kepala Anda. Jika mata masih dalam posisi lelah, lihatlah warna biru atau warna hijau karena secara tidak langsung ini dapat mengobati kelelahan pada mata Anda. 4. Lokasi Layar Komputer dan Duduk Untuk mencegah dan menghindari gangguan pada mata, cara yang optimal dalam membuat stamina kedua bolah mata agar tidak mudah lelah adalah dengan meletakkan layar komputer anda 15 atau 20 derajat di bawah pandangan mata (sekitar 4-5 inci). Jaraknya berkisar antara 20-28 inci dari mata ke layar komputer Anda. Atur posisi duduk (90 derajat) dan posisi keyboard (100 derajat) dengan siku Anda. 5. Buah Timun Buat timun dapat memberikan manfaat bagi mata. Jika Anda ingin merelaksi kedua bola mata Anda sebaiknya mengunakan buah timun sebagai tahap penyembuhan. Dalam posisi berbaring, gunakan timun dan tempelkan di kedua mata. Sebaiknya timun ter lebih dahulu disimpan dalam lemari les. Cara ini sangat mudah utnuk membuat mata menjadi lebih fresh

profesi dan tingkatan stress

Stres dan depresi dalam bekerja adalah suatu kondisi dimana setiap individu dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang melebihi kemampuan maksimum induvidu tersebut. Biasanya hal ini ditandai dengan menurunnya tingkat produktivitas dalam bekerja dan perubahan perilaku ini merupakan suatu permasalahan umum yang dialami oleh setiap induvidu. Meskipun dia seorang pelajar bukan berarti tidak mengalami stres, contohnya saat menempuh ujian akhir semester atau nasional Beban mental dari pekerjaan sangat berpengaruh bagi stres kerja itu sendiri. Seorang konselor kesehatan mental di Buffalo, New York, Amerika Serikat, Deborah Legge, PhD mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek yang berkontribusi atau memperburuk stres terhadap pekerjaan. Salah satunya adalah jam kerja yang tidak menentu. Selain itu faktor lingkungan juga dapat memicu gejala stres. Setiap profesi pekerjaan memiliki tanggung jawab dan resiko yang harus dihadapi dan permasalahan stres dan depresi tidak mengenal profesi pekerjaan. Berikut adalah beberapa profesi pekerjaan. Berikut adalah beberapa profesi pekerjaan yang dapat memicu stres dan depresi. 1. Seniman, "Entertainer", dan Penulis Pekerja dalam bidang seniman, entertainer dan penulis memiliki kecenderungan stres yang tinggi karena dipengaruhi pendapatan yang tidak teratur dan jam kerja yang tidak pasti. Orang-orang yang dituntut bekerja secara kreatif memiliki resiko stres lebih tinggi serta cenderung mengalami gangguan mood. 2. Customer Service Profesi Customer Service atau pelayanan pelanggan dapat memicu gejala stres dan depresi. Profesi customer service ini biasanya menerima keluhan pelanggan terhadap kepuasan service atau pelayanan sehingga profesi ini harus memiliki kontrol yang kuat terhadap emosi. 3. Tenaga Pengajar / Pendidik Tuntutan terhadap tenaga pengajar atau dosen dan guru tampaknya akan terus berkembang. Banyak faktor yang dapat memberi tekanan, biasanya tekanan itu muncul dari anak-anak ( pelajar dan mahasiswa ). Peran orangtua yang menuntut pelayanan pendidikan yang bermutu, terkait dengan pemenuhan standar nilai, juga sering menjadi pemicu stres bagi profesi ini. 4. Public Relation Officer Setiap perusahaan membutuhkan seorang Public Relation (PR) karena profesi PR memiliki tanggung jawab dalam memegang image perusahaan di ruang publik atau masyarakat umum. Seorang PR dituntut untuk memberikan presentasi dan penjelasan yang baik mengenai perusahaan tempat ia bekerja. Biasanya seorang Public Relation Officer diawasi langsung oleh pemimpin perusahaan karena kesalahan sekecil apapun akan berdampak besar terhadap perusahaan. 5. Finance dan Accounting Para akuntan dan Finance memiliki tanggung jawab yang begitu banyak terkait pengaturan keuangan perusahaan. Profesi ini dituntut dengan tanggung jawab, nilai kejujuran dan moral kepercayaan yang tinggi. 6. Marketing dan Sales Setiap perusahaan yang maju dan berkembang sangat dipengaruhi oleh baik atau tidaknya marketing dan sales dari perusahaan tersebut. Seorang marketing harus mendapatkan banyak klien untuk pencapaian targetnya. Begitu juga dengan tenaga penjual (sales) yang bekerja berdasarkan komisi. Dua bidang ini cenderung melakukan perkerjaan lapangan dan umumnya seorang sales atau marketing mempunyai pendapatan yang tidak pasti (tergantung pencapaian target) dan hal ini dapat memicu stres yang tinggi, disamping tekanan yang luar biasa, dan jam kerja yang panjang

Don't at working...

Setiap perusahaan tentu memiliki peraturan dan kebudayaan dalam mendidik karyawannya agar berprilaku yang baik dan bersikap profesional. Walaupun peraturan tersebut sudah jelas disuarakan, tapi tidak sedikit pula karyawan yang sering melanggarnya. Tentu hal ini sangat berkaitan dengan pribadi Anda ketika bekerja, tidak mau kan Anda mendapat sanksi karena prilaku Anda yang tidak tercermin baik. Sebaiknya Anda harus menghindari prilaku dan kebiasaan buruk saat bekerja. Terlalu Keras Mendengarkan Musik Mendengarkan musik melalui gadget seperti Ipod atau melalui phone dengan vitur musik untuk menghindari suasana kantor yang berisik tentu sah- sah saja. Ada baiknya Anda tidak terlalu keras mendengarkan musik. Gunakanlah headset untuk mendengar musik, sehingga rekan kerja yang lain tidak terganggu. Makan dan Tidur Menghabiskan waktu kurang lebih 8 jam di kantor tentu menguras pikiran dan tenaga, Merasa dahaga dan lapar pasti sering terjadi. Sering kali para karyawan makan di meja kerja dan kemudian terlelap mengantuk, walaupun pada kenyataannya mereka tahu fungsi meja kantor bukan buat makan dan tidur. Meja kerja mungkin akan tercemar kuman- kuman dan bakteri dan terlihat kotor dan tidak bersih. Manfaatkan waktu istirahat sebaik - baiknya dan gunakan jam makan siang untuk bersantap makanan. Sisa jeda makan siang bisa Anda gunakan untuk tidur 15 menit. Mengobrol Saat Jam Kerja Biasanya karyawan wanita sangat identik dengan ''bergosip”. Tidak salah jika berbicara dengan rekan kerja lainnya, tapi hindarilah kebiasaan mengobrol saat jam kerja berlangsung karena prilaku ini akan merugikan penilaian Anda di mata atasan. Gunakanlah jam istirahat sebagai waktu berbincang yang baik dengan teman Anda. Chatting dan BBM-'an Jika Anda mendapatkan fasilitas Media Internet sebaiknya jangan menghabiskan waktu bekerja dengan ''chatting''. Prilaku ini sangat buruk sekali dan tidak mencermikan profesionalisme dalam bekerja. Jika Anda ingin mengobrol dengan ber “ chatting “ lakukanlah saat jam makan siang. Karena hal terburuk adalah Anda akan mendapatkan peringatan dari atasan Anda.

pemimpin yang gagal...

# Para Pemimpin Berfikir Bahwa Merekalah yang Memiliki Jawaban Atas Semuanya Beberapa anggapan menyuarakan - seorang pemimpin ideal adalah pemimpin yang memiliki kompeten yaitu pemimpin yang dinamis. Mereka mampu membuat keputusan dalam hitungan menit. Menghadapi banyak krisis secara bersamaan, dan membutuhkan satu detik untuk menyelesaikan situasi yang membuat bingung orang berhari- hari. Gambaran di atas adalah omong kosong! Pemimpin yang sangat tajam dan desisif cenderung menyelesaikan isu sangat cepat sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk melihat percabangan masalah. Lebih buruknya lagi, pemimpin dengan karakter seperti ini merasa memiliki semua jawaban, mereka tidak terbuka dengan hal – hal yang baru. Wolfgang Schmitt adalah seorang CEO dari Rubbermaid, yang senang menunjukkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah sulit dalam sekejab. Sampai – sampai Schmitt mendapatkan sebutan “wolf mengetahui segalanya”. Dalam sebuah diskusi yang kompleks pun Schmitt, tidak menghiraukan pendapat atau sudut pandang orang lain. Ia hanya mengatakan bahwa “Baiklah! Ini yang harus kita lakukan!” Ketika organisasi Anda dijalankan oleh orang – orang seperti ini, sebaiknya Anda berharap bahwa jawaban dari mereka adalah yang paling tepat. Di Rubbermaid tidak demikian. Perusahaan ini jatuh dari perusahaan yang paling dikagumi versi Fortune di tahun 1993, menjadi perusahaan yang diakusisi oleh jutawan Newell beberapa tahu kemudian. Ingatlah pada hakikatnya kita / seorang pemimpin hanyalah seorang manusia dimana kita semua tahu manusia tidak luput dari kesalahan. Salah satu cara untuk meminimalisir kesalahan adalah mengumpulkan pendapat dan sudut pandang orang lain, dan kemudian dipertimbangkan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Seorang pemimpin yang sudah mempunyai anggapan “Saya mengetahui semua jawaban” akan menutup sudut pandang semua orang. Yang artinya seorang pemimpin dengan karakter seperti ini tidak mau untuk mempelajari hal – hal yang baru karena ia menganggap mereka sudah mengetahuinya tanpa mempelajarinya. Remember! Jauhkan pikiran Anda untuk menjadi seorang “super” yang mengetahui segalanya, jika Anda ingin kepemimpinan Anda bertahan lebih lama!# Para Pemimpin Berfikir Bahwa Merekalah yang Memiliki Jawaban Atas Semuanya Beberapa anggapan menyuarakan - seorang pemimpin ideal adalah pemimpin yang memiliki kompeten yaitu pemimpin yang dinamis. Mereka mampu membuat keputusan dalam hitungan menit. Menghadapi banyak krisis secara bersamaan, dan membutuhkan satu detik untuk menyelesaikan situasi yang membuat bingung orang berhari- hari. Gambaran di atas adalah omong kosong! Pemimpin yang sangat tajam dan desisif cenderung menyelesaikan isu sangat cepat sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk melihat percabangan masalah. Lebih buruknya lagi, pemimpin dengan karakter seperti ini merasa memiliki semua jawaban, mereka tidak terbuka dengan hal – hal yang baru. Wolfgang Schmitt adalah seorang CEO dari Rubbermaid, yang senang menunjukkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah sulit dalam sekejab. Sampai – sampai Schmitt mendapatkan sebutan “wolf mengetahui segalanya”. Dalam sebuah diskusi yang kompleks pun Schmitt, tidak menghiraukan pendapat atau sudut pandang orang lain. Ia hanya mengatakan bahwa “Baiklah! Ini yang harus kita lakukan!” Ketika organisasi Anda dijalankan oleh orang – orang seperti ini, sebaiknya Anda berharap bahwa jawaban dari mereka adalah yang paling tepat. Di Rubbermaid tidak demikian. Perusahaan ini jatuh dari perusahaan yang paling dikagumi versi Fortune di tahun 1993, menjadi perusahaan yang diakusisi oleh jutawan Newell beberapa tahu kemudian. Ingatlah pada hakikatnya kita / seorang pemimpin hanyalah seorang manusia dimana kita semua tahu manusia tidak luput dari kesalahan. Salah satu cara untuk meminimalisir kesalahan adalah mengumpulkan pendapat dan sudut pandang orang lain, dan kemudian dipertimbangkan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Seorang pemimpin yang sudah mempunyai anggapan “Saya mengetahui semua jawaban” akan menutup sudut pandang semua orang. Yang artinya seorang pemimpin dengan karakter seperti ini tidak mau untuk mempelajari hal – hal yang baru karena ia menganggap mereka sudah mengetahuinya tanpa mempelajarinya. Remember! Jauhkan pikiran Anda untuk menjadi seorang “super” yang mengetahui segalanya, jika Anda ingin kepemimpinan Anda bertahan lebih lama!